Gejala dan Bahaya Japanese Encephalitis (JE)

wp-1464995237195.jpgGejala dan Bahaya Japanese Encephalitis (JE)

Japanese Encephalitis (JE) adalah infeksi otak yang disebabkan flavivirus yang berhubungan dengan demam berdarah, demam kuning dan virus West Nile. Virus ini menyebar pada manusia melalui gigitan nyamuk. Japanese Encephalitis adalah penyebab utama virus ensefalitis virus di negara-negara Asia. JE adalah virus yang bukan hanya menyerang di kawasan Jepang saja. Virus berbahaya ini dapat ditularkan dari gigitan nyamuk. Ensefalitis Jepang baru-baru ini telah menyebabkan sejumlah kematian di beberapa negara. Ini adalah penyakit dengan virus yang mempengaruhi membran di sekitar otak dan ditandai oleh gejala sakit kepala ringan dan demam.

Penyakit ini datang dari nyamuk jenis Culex tritaeniorhynchus dan Culex vishnui. Nyamuk ini berkembang biak di sawah yang terjadi banjir. Selain itu peternakan babi juga dapat memperkuat virus ini tumbuh subur. Menurut WHO, Japanese Encephalitis mencapai sekitar 68.000 kasus klinis setiap tahun. Sekitar 24 negara di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki risiko tinggi Japanese Encephalitis.

Hingga saat ini belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan yang dilakukan masih difokuskan pada penganan infeksi dan gejala klinis yang parah. Untungnya, masih ada vaksin yang aman dan efektif yang tersedia untuk mencegah Japanese Encephalitis. Kasus pertama Japanese Encephalitis didokumentasikan pada tahun 1871 di Jepang.

Diagnosis

  • JE baru dapat diisolasi di Indonesia tahun 1971 dari nyamuk Culex, kemudian dari nyamuk anopheles, sedangkan diagnosis JE baru dapat ditegakkan pada tahun 1981 berdasarkan kriteria WHO dan pemeriksaan IAHA (Immune Adherence Hemaglutination). Diagnosis ditegakkan berdasakan atas gejala klinis, pemeriksaan laboratorium dari spesimen serum dan cairan cerebrospinal pada stadium akut dan konvalessens dengan pemakaian ELISA dari 49 kasus yang dicurigai menderita Enchephalitis, ternyata 40,82% yang positif menderita JE.
    Ensefalitis adalah infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikroorganisme. Pada encephalitis terjadi peradangan jaringan otak yang dapat mengenai selaput pembungkus otak dan medula spinalis.
  • Japanese ensefalitis (JE) virus: flavivirus antigenically terkait dengan Louis ensefalitis virus. Japanese ensefalitis disebabkan oleh virus. Hal ini disampaikan kepada manusia oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi. Tidak dapat ditularkan oleh manusia lainnya. Japanese ensefalitis biasanya penyakit yang ringan. Dalam banyak kasus, tidak ada gejala. Namun, dalam beberapa kasus (sekitar 1 dari 200 orang terinfeksi) penyakit ini jauh lebih serius. Dalam orang-orang yang infeksi dapat mulai dengan demam, tiredness, sakit kepala, muntah, dan kadang-kadang membingungkan dan agitation. Hal ini mungkin berlangsung untuk ensefalitis (radang dari otak). Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan fatal dalam beberapa kasus. Japanese ensefalitis terjadi di seluruh Asia Tenggara dan Timur Jauh. Hal ini terutama masalah pertanian di daerah pedesaan. Ia lebih umum terjadi pada musim hujan (sekitar Mei-September) bila nyamuk yang paling aktif.
  • Japanese ensefalitis (Japanese ensefalitis B) untuk membedakannya dari von Economo ‘s J ensefalitis adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk-kapal Jepang ensefalitis virus. Jepang ensefalitis virus adalah virus dari keluarga Flaviviridae. Domestik babi liar dan burung waduk dari virus; transmisi ke manusia dapat menimbulkan gejala parah. Salah satu yang paling penting vektor dari penyakit ini adalah nyamuk Culex tritaeniorhynchus. Penyakit ini paling lazim di Asia Tenggara dan Timur Jauh. Constantin Freiherr von Economo adalah psikiater dan ahli saraf Austria dari asal Yunani. Dia banyak dikenal atas penemuan ensefalitis lethargica dan atlas dari cytoarchitectonics …. ‘s A encephalitis) adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Japanese encephalitis

  • (JE) adalah penyakit viral yang bersifat zoonosis dan menyebabkan peradangan otak pada manusia, usia muda (5-9 tahun) yang ditularkan melalui vektor nyainuk. Keberadaan virus penyebab JE, vektor dan hewan reservoar diberbagai wilayah Indonesia, menyebabkan perlunya kewaspadaan terhadap kemungkinan mewabahnya penyakit ini . Keberadaan. JE pada inanusia di Indonesia telah diungkapkan berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan serologis, dan perkembangan terakhir kejadian JE di Bali telah menjadi hiperendemik (yang biasanya sporadik) . Pada hewan kejadian JE hanya ditemukan berdasarkan serologis dan isolasi virus penyebabnya, sedangkan keberadaan vektor berupa nyamuk telah ditemukan berbagai spesies nyamuk yang potensial menularkan JE karena virus penyebab JE berhasil diisolasi dari nyamuk .
  • Upaya pencegahan dan pengendalian JE dapat dilakukan dengan melakukan sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat untuk melakukan pemutusan rantai penularan (antara virus JE, vektor nyamuk dan induk semang/reservoar) termasuk merelokasi peternakan terutama babi ke wilayah yang tidak padat penduduk dan pemberantasan vektor . Perlu dilakukan pengembangan laboratorium regional (fasilitas dan SDM) untuk mempercepat diagnosa JE dan pembangunan laboratorium BSL 3 di tingkat pusat untuk melakukan kegiatan isolasi virus dan penelitian lebih mendalam terutama peranan hewan dalam penularan JE kepada manusia .

Tanda dan Gejala

Sebagian besar infeksi virus Japanese Encephalitis ringan menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala atau bahkan beberapa gejala yang tidak jelas. Pada infeksi yang parah, gejala yang dimunculkan seperti demam tinggi, sakit kepala, leher kaku, tidak sadarkan diri, koma, kejang, lumpuh dan bahkan kematian.

Ensefalitis Jepang baru-baru ini telah menyebabkan sejumlah kematian di beberapa negara. Ini adalah penyakit dengan virus yang mempengaruhi membran di sekitar otak dan ditandai oleh gejala sakit kepala ringan dan demam. Namun dalam kasus yang jarang terjadi, gelaja Ensefalitis Jepang meliputi:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Leher kaku
  • Disorientasi
  • Koma
  • Kelumpuhan sementara

imagePenyakit ini bahkan mampu menyebabkan kematian hingga 30% pada penderita yang mengalami gejala. Sekitar 20% -30% penderita yang bertahan hidup mengalami masalah intelektual, perilaku atau neurologis permanen seperti kelumpuhan, kejang berulang atau bahkan mulai kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Japanese Enchepalitis ditularkan pada manusia melalui gigitan dari nyamuk yang terinfeksi culex sehingga dikenal dengan nama nyamuk culex. Saat terinfeksi, seseorang tidak menjadi viremia (virus dalam aliran darah) yang cukup untuk menginfeksi nyamuk yang menggigitnya. Virus tersebut mengalami siklus transmisi antara nyamuk, babi dan/atau burung air (siklus enzootik). Penyakit ini terutama ditemukan di daerah pedesaan dan pinggir kota, di mana manusia hidup sangat dekat hewan-hewan tersebut.

Virus Japanese Encephalitis seringkali ditularkan pada musim panas, saat itu wabah dapat menyebar dengan cepat. Di daerah dengan iklim tropis dan subtropis, penularan dapat terjadi sepanjang tahun. Tetapi, virus ini lebih sering terjadi pada periode musim hujan dan pra-panen di daerah-daerah pertanian.

Pencegahan

  • Sudah ada vaksin melawan ensefalitis Jepang, namun mahal dan dibutuhkan tiga suntikan yang menurut pakar kesehatan tidak terjangkau di negara-negara berpenghasilan rendah.
  • Cara terbaik untuk mencegah penyakit mereka menyebar adalah untuk menghindari gigitan nyamuk.
  • Kenakan pakaian berwarna terang untuk menutupi tubuh
  • Gunakan anti nyamuk spray pada kulit
  • Jangan berpakaian minim atau telanjang di tempat-tempat yang banyak air tergenang di lingkungan rumah.
  • Jaga agar kolam airnya mengalir terus. Gunakan kasa nyamuk pada jendela atau kelambu ketika tidur di luar ruangan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s